Devo Khaddafi : Pemerintah Siap Hadapi Pilkada Sulsel 2020

Kesbangpol Sulsel – Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formaksi) Sulsel menggelar Dialog Pilkada Serentak Sulsel 2020 dengan mengusung tema “Sukses Agenda Pilkada Serentak Sulsel 2020” berlangsung di Hotel Grand Asia, Jl. Boulevard, Makassar, Rabu (12/02/2020).

Dialog ini menghadirkan beberapa narasumber handal diantaranya, Dekan Fakultas Psikologi UNM Prof Dr Muhammad Jufri, S. P.si, M.Si, Plt Kesbangpol Sulsel Devo Khadafi, Pengamat Politik Kebangsaan Arkam Azikin, dan Dr. H.A. Arifuddin Mane, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa.

 

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Devo Khaddafi membahas terkait partisipasi masyarakat dalam Pilkada Sulsel 2020.

Kesbangpol bakal mempersiapkan hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik pada pilkada 2020.

 

“Kami dari Pemprov, dalam hal ini Kesbangpol fokus pada penanganan keamanan dan hal-hal yang menimbulkan konflik. Dan pastinya berkordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI,” katanya.

Apalagi soal money politik, kata Devo, sangat berpotensi menimbulkan konflik.

“Biasa itu money politik alias serangan fajar selalu jadi perhatian pemerintah dalam mencegah hal tersebut,” tuturnya.

Eks Biro Humas Pemprov Sulsel ini pun menyebut, untuk persiapan pemerintah dalam menghadapi Pilkada 2020 telah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari kucuran anggaran sampai kebutuhan logistik.

Sementara, Dekan Fakultas Psikologi UNM Prof Dr Muhammad Jufri menyebut, salah satu pengaruh pemilih dalam menentukan kandidatnya, biasanya dari aspek relasional atau adanya hubungan emosional.

“Nah hubungan keluarga, kerabat dan sejenisnya biasanya sangat berpengaruh. Tidak semua mengedepankan aspek rasional atau kualitas dari setiap calon,” ungkapnya.

 

Dekat Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa (UNM), Dr. H.A. Arifuddin Mane, membahas terkait masalah ekonomi dan akomodasi penyelenggaraan Pilkada.

Berbeda dengan Pengamat Politik Kebangsaan, Arkan Azikin mengupas soal ekskalasi dan konstalasi politik pilkada serentak.

Menurutnya, politik itu tidak menentu dan tidak memberikan kepastian, sebab arus balik perpolitikan selalu naik turun.

“Tak ada politik yang pasti, selalu berubah. Sejatinya, untuk mencapai tujuan politik maka segala kekuatan digunakan. Contohnya politik uang itu tak pernah hilang,” tuturnya.

Ia berharap, untuk pihak agar menanamkan kesadaran politik untuk mencapai kemakmuran dan kedamaian dalam pesta demokrasi di Pilkada.

“Sekarang ini konstalasi politik kita (warga Sulsel) sudah rusak. Harusnya ada kesadaran politik jadi pondasi,” harapnya.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2021 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik  Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Log in with your credentials

Forgot your details?